BPJS Diklaimm Miliki Utang Sampai 6 Miliaran Di RSUD Salewangang Maros Sulsel

BPJS Diklaimm Miliki Utang Sampai 6 Miliaran Di RSUD Salewangang Maros Sulsel

Berita Terbaru – RSUD ( Rumah Sakit Umum Daerah ) Salewangang Maros, Sulawesi Selatan menyebutkan, utang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sampai Rp 6 miliar yang telah jatuh tempo untuk bulan Februari sampai Maret 2019. “Sekarang hutang BPJS Kesehatan telah sampai Rp 6 miliar. Jumlahnya itu dari mulai bulan Februari sampai Maret 2019 yang telah diserahkan. Yang telah dibayarkan ke faksi kami cuma bulan Januari lalu,” kata Kepala Humas Rumah Sakit Umum Wilayah (RSUD) Salewangang Maros, Ratna Edy, Selasa (10/9/2019). Sesaat untuk bulan Maret sampai Agustus 2019, faksi RSUD Salewangang Maros belum menyetorkan klaim pemakaian dananya ke BPJS, sebab yang Februari saja belum dibayarkan. Bila tagihan itu dikombinasi, utang BPJS dapat sampai Rp 18 miliar.

BPJS Diklaimm Miliki Utang Sampai 6 Miliaran Di RSUD Salewangang Maros Sulsel

“Yang telah kita kemukakan itu memang baru Februari Maret. Sebab yang dibayarkan baru Januari. Yah itu di luar dari Maret sampai Agustus yang memanglah belum kami kemukakan. Jika perbulan itu rata-rata Rp 3 miliar,” sambungnya. Untuk menutupi ongkos operasional Rumah Sakit, katanya, faksinya sangat terpaksa memakai dana talangan operasional untuk masih layani pasien serta keperluan yang lain. Sebab Walau belum terbayar oleh BPJS, faksi rumah sakit masih terima pasien dari peserta BPJS, intinya pasien kurang dapat.

“Harus bagaimana , kita gunakan dana talangan operasional dahulu untuk masih layani pasien. Kami masih terima pasien peserta BPJS, walau keadaannya demikian yah,” ucapnya. Selain itu Kepala BPJS Kesehatan Maros, Sri Wahyuni waktu didapati mass media malas memberi keterangan berkaitan tunggakan itu. Menurut dia, semua data harus dikeluarkan oleh faksi BPJS Cabang Makassar. “Ada keinginan data harus satu pintu dari Cabang. Jika meminta datanya kelak meminta sama Cabang saja. Kami ada ketentuan internal, harusnya ada surat masuk ke Cabang dahulu, jika saya diperbolehkan,” tuturnya.

Walau demikian, Sri Wahyuni menyebutkan, keterlambatan pembayaran klaim itu sebab masalah keterlambatan faksi Rumah Sakit menyetor klaimnya. Diluar itu, dia pun tidak menolak bila BPJS Kesehatan sekarang alami defisit. “RSUD Salewangang terlambat masukan klaim. Bergantung mengajukan, makin cepat, makin cepat terbayarkan. Umumnya itu kaliam perbulan service. Kami mengaku defisit, karena itu harus kami dahulukan yang ajukan klaim,” terangnya.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *