Ini Dia Si Dara Cantik Yang Meperjuangkan Hak Anak Dari Usinnya Masih 10 Tahun

Ini Dia Si Dara Cantik Yang Meperjuangkan Hak Anak Dari Usinnya Masih 10 Tahun

Berita Terbaru – Cantik serta berprestasi. Dua kata itu sering dipertemukan pada figur Nabila Ishma. Walau usianya baru 18 tahun, kegiatannya mengagumkan padat merayapnnya. Hampir tiap hari, dia bergulat dengan pendidikannya di Fakultas Hukum Unpad ( Universitas Padjadjaran ) Bandung jadi mahasiswa. Dia juga baru mengakhiri pekerjaannya jadi Wakil Ketua Forum Anak Nasional. Selanjutnya jadi pendiri Milenial Beraksi, sampai berlatih panahan. Sekarang, dia tengah direpotkan pengerjaan ide program Kemendikbud “From Zero to Hero”. Program ini akan menyertakan beberapa komunitas, anggota geng, beberapa anak memiliki masalah untuk mendukung temukan jati diri mereka.

Ini Dia Si Dara Cantik Yang Meperjuangkan Hak Anak Dari Usinnya Masih 10 Tahun

“Saya menolong membuat ide serta jadi pembicara. Semula ingin jadi fasilitator, tetapi repot kuliah.” Demikian kata Nabila pada wartawan di antara acara Exsport Picnic Party di Bandung, baru saja ini. Nama Nabila moncer waktu dia jadi fasilitator untuk remaja seusianya di Nusa Tenggara Timur (NTT) Februari 2017 kemarin. Waktu itu, dia jadi finalis program Satu hari jadi Menteri Pemberdayaan Wanita serta Perlindungan Anak (PPPA), dan memegang ketua Forum Anak Kota Bandung.

Tidak itu saja, Nabila aktif jadi motivator serta konselor muda, pendongeng, penulis, duta baca Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan, dan duta internet dari Kementerian Info serta Komunikasi. Dicibir Prestasi yang dicapai Nabila tidak terlepas dari perhatiannya pada rumor wanita serta anak. Dia mulai tertarik pada rumor ini semenjak umur 10 tahun. Bahkan juga mencapai umur SMP, dia mulai menolong beberapa anak seusianya dari kemerosotan. Paling tidak ada empat masalah yang dia tangani sampai selesai sampai saat ini. “Dari yang awalannya senang tawuran, tidak naik kelas, saat ini kuliah di ITB serta keterima di lima universitas (berprestise),” katanya.

Tetapi kesuksesan itu tidak didapatkan dengan gampang. Dia sering terima cibiran. Contohnya waktu mulai bergerak 2012 kemarin. Tetap ada yang mengatakan sinis pada dianya. “Ada yang nanya, siapa sich kamu? Anak kecil, bicarakan permasalahan anak. Tahu apa sich anak mengenai anak,” papar Nabila. Mereka, sambung Nabila, tidak sadar, yang paling memahami mengenai anak ialah anak tersebut. Karena itu, walau mendapatkan cibiran sampai intimidasi, dia masih bertahan untuk menolong beberapa anak seusianya.

“Banyak anak yang terlilit masalah narkoba, kekerasan, sebab mereka tidak mengenal dengan diri mereka.” “Tidak paham apa yang mereka ingin, kekurangan serta keunggulannya, mereka pun tidak tahu fasilitas untuk mengkespresikan diri,” sebut ia. Walau sebenarnya mereka mempunyai kekuatan. Itu kenapa, Nabila bersikeras untuk menolong beberapa anak yang mempunyai permasalahan temukan siapa dianya. Triknya dengan memberi suport awal. Seterusnya dikaitkan dengan beberapa pihak profesional, orang-tua, pemerintah, serta yang lain. “Tapi semua karena suport orang-tua. Mereka telah menghadapi supaya hal jelek tidak berlangsung pada saya,” papar ia.

“8 Pintu Memberi warna Hidup” Untuk menolong beberapa anak temukan siapa dianya, Nabila keluarkan buku berjudul “8 Pintu Memberi warna Hidup”. Melalui buku yang diciptakan lagi Kemendikbud berkali-kali itu, Nabila ingin mengemukakan, tiap anak dapat sampai warna mereka semasing. Karena, siapa juga tidak dapat mengaitkan anak pandai itu yang jago matematika. Atau anak hebat itu yang memenangkan olimpiade matematika. “Anak dapat wujudkan harapan mereka. Mereka tentu dapat asal tahu triknya dengan mengetahui diri mereka,” sebut ia. Karena, tiap anak mempunyai kekuatan yang diinginkan dapat tergali dengan pertolongan buku itu.

Sekarang, Nabila juga tengah membuat buku baru tentang remaja. “Anak ialah agen yang bisa menjadi pemimpin bangsa, merubah bangsa jadi lebih baik.” “Sayangnya mereka sangat rawan pada kekerasan. Itu PR kita bersama dengan,” katanya. Itu juga yang membuat ambil jurusan hukum. Dia ingin jadi pakar hukum anak serta bergerak di kebijaksanaan anak. Karena sekarang, kebijaksanaan di Indonesia masih tumpang tindih. Nabila akui, harapan terbesarnya ialah jadi Menteri Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Wanita.

masih tumpang tindih. Nabila mengaku, cita-cita terbesarnya adalah menjadi Menteri Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *