Polemik Seputar Maraknnya Pemakai Vape, Utang Biaya BPJS Dan Kenaikan Cukai Rokok

Polemik Seputar Maraknnya Pemakai Vape, Utang Biaya BPJS Dan Kenaikan Cukai Rokok

Berita Terbaru – Pemerintah setuju meningkatkan biaya cukai rokok sebesar 23 % serta harga jual eceran sebesar 35 % mulai 1 Januari 2020. Naiknya cukai serta harga rokok diinginkan dapat mendesak angka perokok aktif di Indonesia sebab harga rokok yang turut naik. Satu diantara hal sebagai perhatian ialah peluang beberapa orang yang makin banyak geser ke rokok elektrik (vape) sebab naiknya harga rokok konvensional. Berkaitan kebijaksanaan ini, dr Agus Dwi Susanto, SpP (K), FISR, FAPSR, Dokter Spesialis Paru di RS Pertemanan, Jakarta Timur memberi komentar jika tanpa ada kebijaksanaan itu saja pemakai vape udah makin bertambah.

Polemik Seputar Maraknnya Pemakai Vape, Utang Biaya BPJS Dan Kenaikan Cukai Rokok

Menurut dia yang perlu dilihat ialah peraturan berkaitan pemakaian vape. Tidak terdapatnya peraturan yang mengendalikan vape di Indonesia membuat aksesibilitas pada vape jadi benar-benar gampang. Walau sebenarnya menurut dr Agus, baik rokok konvensional atau elektrik saling beresiko. “Pasti ini harus menjadi hal yang dilihat. Lebih peraturan tentang vape di Indonesia belumlah ada. Ini malah lebih membahayakan buat warga khususnya remaja serta beberapa anak,” kata dr Agus waktu didapati di Pelatihan Penyegar serta Penambah Pengetahuan Kedokteran (KPPIK) di FKUI serta dicatat Senin (16/9/2019).

Tidak hanya membahayakan paru serta efek terserang lipoid pneumonia, vape nyatanya beresiko buat mental serta kejiwaan satu orang. dr Tribowo Ginting, SpKJ, dari RS Pertemanan menjelaskan jika kandungan nikotin yang ada dalam vape bisa tingkatkan dopamin yang bisa memberi dampak relaks serta nyaman pada badan satu orang. Ini bisa memberi dampak ketagihan.

Kandungan vape yang lain seperti ganja serta amfetamin dapat tingkatkan efek masalah keadaan mental pada pemakai vape. Pemakaian vape dengan terus-terusan bisa menimbulkan dampak halusinasi serta keadaan masalah mental lain. Selanjutnya rutinitas merokok yang tidak sehat ini disebut jadi satu diantara pemicu paling besar defisit BPJS Kesehatan. Pada tahun 2018 lalu BPJS Kesehatan tekor 16,5 triliun rupiah karena harus mengongkosi penyembuhan keadaan yang terkait dengan mengonsumsi rokok seperti sakit jantung, stroke, sampai kanker.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *