Hendrawan Komentari Cara Fadli Zon Dalam Berpuisi Untuk Kritik Pemerintah

Hendrawan Komentari Cara Fadli Zon Dalam Berpuisi Untuk Kritik Pemerintah

Berita Terbaru – Wakil Ketua DPR Fadli Zon memang dikenal dengan cara unik nya dalam mengeritik pemereintah. Dia sering menuliskan puisi untuk kritik pemerintah karena statusnnya sebagai oposisi. Beliau kembali tuliskan puisi berjudul ‘Sepatu Kotor’ selesai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi kebakaran hutan serta tempat di Riau. PDIP memandang tulisan anggota Fraksi Partai Gerindra itu bukan puisi serta salah target.

Hendrawan Komentari Cara Fadli Zon Dalam Berpuisi Untuk Kritik Pemerintah

“Rupanya Pak Fadli Zon pemerhati yang susah serta kesulitan itu terlihat dari puisi-puisi yang senantiasa ditulisnya. Puisi yang umumnya adalah abstraksi persepsi atau materialisasi insting, di tangannya beralih jadi komplikasi pendapat,” kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR Hendrawan Supratikno waktu diminta respon, Jumat (20/9/2019).

Menurut Hendrawan, lumrah sepatu Jokowi jadi kotor saat mengevaluasi tempat yang barusan terbakar. Berkaitan photo sepatu kotor yang selanjutnya jadi bahan pembicaraan, Hendrawan menyebutkan itu tidak butuh disikapi terlalu berlebih. “Jika dari tempat yang terbakar pasti sepatu jadi kotor. Masalah photo sendiri itu pilihan kamerawan yang cermat mendokumentasikan peristiwa. Tak perlu didramatisasi dari sudut pandang politik,” tegas Hendrawan.

Selain itu, Sekretaris Tubuh Pendidikan serta Kursus DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menyebutkan Fadli Zon salah bila mengarah Jokowi dengan puisi ‘sepatu kotor’ itu. Menurut dia, kebakaran rimba serta tempat adalah kegagalan pemda ditempat. “Salah target, yang paling pas ialah kegagalan pemda yang baru dipilih. Harusnya partai aslinya membina dahulu tupoksi masalah pengaturan kebakaran khususnya mencegah oleh pemda,” kata Eva.

“Bila pemda tidak melakukan pekerjaannya karena itu tidak berlangsung kebakaran sesaat telah 3 tahun tenang. Jadi Jokowi itu korban dari pelaksana kebijaksanaan wilayah yang tidak melakukan tupoksinya,” tambah anggota DPR RI itu. Eva memandang Fadli Zon semestinya membuat puisi untuk beberapa kepala wilayah yang berkaitan kebakaran rimba. Eva menyentuh kepala wilayah yang melancong saat daerahnya dirundung kebakaran rimba serta tempat. “Jadi harusnya membuat puisi untuk beberapa pemimpin wilayah yang tinggal gelanggang waktu ada masalah di daerah yang tanggung jawab mereka,” ucap Eva.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *