Tahun Ini Ada Yang Beda Dari Perayaan Mempringati HUT Kemerdekaan RI KBRI Di Amerika

Tahun Ini Ada Yang Beda Dari Perayaan Mempringati HUT Kemerdekaan RI KBRI Di Amerika

Berita Terbaru – Perhelatan resepsi diplomatik dalam rencana mempringati HUT Kemerdekaan RI di ibu kota Amerika Serikat tahun ini dikit berlainan dari biasannya. Bila pada beberapa tahun yang sudah sudah acara resepsi diplomatik diadakan di Wisma Indonesia, tahun ini Kedutaan Besar RI Washington DC memiliki kesempatan mengadakan resepsi diplomatik di Gedung Senat AS di Capitol Hill. Jadwal yang diadakan dalam rencana peringati HUT ke-74 Kemerdekaan RI itu sekaligus juga rayakan 70 tahun jalinan diplomatik RI dengan AS yang jatuh pada tahun ini. “Dalam tempat bersejarah ini, bersamaan dengan 70 tahun perayaan jalinan bilateral RI-AS, saya ingin memperingatkan andil sangat penting dari AS untuk Indonesia, yakni supportnya pada Indonesia dalam menjaga kemerdekaan lewat pernyataan internasional.”

Tahun Ini Ada Yang Beda Dari Perayaan Mempringati HUT Kemerdekaan RI KBRI Di Amerika

“Banyak diplomat serta juru runding AS terjebak dalam Komite Layanan Baik untuk Indonesia atau yang lebih diketahui dengan Komite Tiga Negara yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” tutur Duta Besar RI Mahendra Siregar mengutarakan satu diantara fakta penentuan Capitol Hill jadi tempat resepsi diplomatik tahun ini. “Peranan Kongres AS besar sekali dalam menyampaikan pesan pada pemerintah kolonial waktu itu supaya serius mengubah kekuasaan pada Indonesia, bila pertolongan Marshall Planning ingin masih dilanjutkan,” sambungnya memperjelas. Dubes Mahendra Siregar mengemukakan perkembangan Indonesia di bagian politik jadi negara demokrasi presidensial paling besar di dunia dengan warga yang majemuk serta toleransi. “Indonesia semenjak awal keputusannya mengaku pentingnya kerja sama internasional terhitung kerja sama bilateral dengan AS.” “Lebih sekarang Presiden Joko Widodo sudah memiliki komitmen untuk menguatkan ekonomi serta pembangunan SDM, investasi infrastruktur, serta good governance,” imbuhnya sekalian menggarisbawahi perkembangan kerja sama yang lain terhitung pertahanan RI- AS.

Randall G Schriver, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Masalah Keamanan Indo-Pasifik, sebagai wakil Menhan Mark Esper, mengatakan jika di antara Indonesia dengan AS mempunyai jalinan keamanan yang kuat. “Kami benar-benar bangga dengan jalinan pertahanan ke-2 negara. Jalinan keamanan RI-AS cukup kuat. Indonesia-AS mempunyai kerja sama di semua matra, seperti Angkatan Udara berbentuk pekerjaan menerbangkan F-16 bersama dengan, latihan tahunan Angkatan Laut RI-AS, serta Garuda Shield buat Angkatan Darat,” tutur Schriver.

Dalam acara resepsi itu ikut dipertunjukkan beberapa kekayaan budaya Indonesia, seperti gamelan Jawa yang mainkan lagu tradisionil, dengan dibawakan langsung oleh barisan Gamelan KBRI Washington DC. Diluar itu beberapa tamu undangan disajikan bermacam kuliner ciri khas Indonesia, dari mulai gado-gado, nasi goreng, sate ayam serta sate sapi, sampai tempe. Tidak tertinggal beberapa camilan berbentuk jajanan pasar onde-onde, wajik, lapis legit, serta kue pandan. Sebelum tinggalkan resepsi, semua tamu undangan diberi bingkisan kopi ciri khas Indonesia. Ruang Kennedy Caucus di Russell Senate Building sebagai tempat acara resepsi ialah ruang pertemuan paling tua di Senat AS. Dibuat pada tahun1909, ruang ini sudah pernah jadi tempat pertemuan serta dengar opini beberapa rumor penting, salah satunya penyelidikan tenggelamnya Kapal Titanic (1912), penyelidikan Pearl Harbor (1946), serta rumor Watergate (1973-1974).

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *