Salah Satu Politikus PPP Kuatir Pelantikan Presiden Akan Dibarengi Dengan Aksi BEM

Salah Satu Politikus PPP Kuatir Pelantikan Presiden Akan Dibarengi Dengan Aksi BEM

Berita Terbaru – PPP minta semua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI tidak mengadakan demonstrasi waktu pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober. PPP Cemas tindakan itu ditunggangi faksi yang tidak bertanggungjawab. “Masalah demonstrasi pada hari pelantikan, itu konteksnya telah jauh meleset. Jika nanti dapat ditunggangi oleh kelompok-kelompok anti-Jokowi yang berupaya gagalkan pelantikan,” tutur Wasekjen PPP, Achmad Baidowi pada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Salah Satu Politikus PPP Kuatir Pelantikan Presiden Akan Dibarengi Dengan Aksi BEM

Pria yang akrab dipanggil Awiek itu menjelaskan faksinya tidak mempersoalkan terdapatnya demonstrasi. Karena demo ialah hal yang wajar dikerjakan dalam demokrasi. Tetapi, penerapan demonstrasi harus juga mengerti kondisi dan situasi.

“Demo adalah hal wajar saja dalam iklim demokrasi. Tetapi demo tidak bisa mengganggu keteraturan umum ditambah lagi anarkistis,” tuturnya. Awiek juga minta beberapa mahasiswa untuk memercayakan pada proses konstitusi. Mengingat sekarang judicial ulasan pada UU KPK telah diserahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Masalah deadline, itu salah. Ingin keluar perppu lha koreksi UU-nya belum resmi jadi UU. Lagian perppu itu harus disaksikan dari segi kriteria yaitu kegentingan yang memaksakan. Sekarang UU itu telah diserahkan judicial ulasan pada MK, karena itu prosedurnya dinanti dahulu sampai ada keputusan MK,” tutur Awiek.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Trisakti cs merencanakan mengadakan demonstrasi bila Presiden Jokowi tidak memberi pengakuan sikap masalah penerbitan Perppu KPK. BEM SI akui belumlah ada komunikasi berkaitan gagasan demo itu. “Jika dari BEM SI belumlah ada komunikasi dengan rekan universitas itu masalah deadline 14 Oktober,” kata Koordinator BEM SI Daerah se-Jabodetabek Banten, Muhammad Abdul Basit, waktu dihubungi, Rabu (9/10).

Abbas–sapaan akrabnya–mengatakan BEM SI belum dapat putuskan akan masuk jika dibawa masuk dalam demo itu. Ia menjelaskan BEM SI harus berkonsolidasi dengan kampus-kampus di wilayah. Faksinya sendiri telah menjadwalkan turun ke jalan pada hari pelantikan Jokowi pada Minggu, 20 Oktober kelak. Abbas menjelaskan BEM SI akan mengemukakan point yang sama waktu demonstrasi waktu lalu.

“Jika tempo hari kita telah koalisi di Kalimantan. Serta hasilnya, kita menjaga pelantikan presiden. Kita tindakan di pelantikan. Tidak ada pemkajian di tanggal 14 Oktober. Kita akan menuntut presiden sama dengan tuntutan awalnya, diantaranya menerbitkan Perppu KPK ,” katanya.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *