Demi Penuhi Kurangnnya Pupuk Subsidi Kartu Tani Disosialisasikan Oleh Pemda Dairi

Demi Penuhi Kurangnnya Pupuk Subsidi Kartu Tani Disosialisasikan Oleh Pemda Dairi

Berita Terbaru – Eddy KA Berutu sebagai Bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) menjelaskan, kurang lebih 48 % luas daerah Dairi adalah area pertanian. Tempat itu diurus golongan tani sejumlah 1.537 golongan serta menyebar di 15 kecamatan, 161 desa, dan 8 kelurahan. Disebut Bupati, bidang pertanian adalah pilar kesejahteraan warga Dairi.

Demi Penuhi Kurangnnya Pupuk Subsidi Kartu Tani Disosialisasikan Oleh Pemda Dairi

Ketersedian pupuk buat petani adalah hal penting untuk tingkatkan produktivitas. “Kami memahami sekarang petani susah memperoleh pupuk bersubsidi. Tetapi kelangkaan pupuk tidak cuma berlangsung di Dairi, dan juga berlangsung di beberapa kabupaten/kota di Sumut,” kata Bupati Eddy dalam launching tercatat (11/10/2019).

Diutarakan Eddy, kelangkaan pupuk berlangsung karena realisasi alokasi pupuk dari APBN tidaklah sampai 40 % dari keperluan petani Dairi yang diwujudkan Kementerian Pertanian ( Kementan). Dimana realisasi ketersedian alokasi pupuk bersubsidi tahun 2019 untuk Kabupaten Dairi sejumlah 18.854 ton, cuma 32.5 % dari keperluan.

Semuanya dikarenakan kurang maksimalnya pengusulan elektronik gagasan definitif keperluan golongan (e-RDKK) yang dialirkan 6 distibutor. Karena itu, pemerintah Kabupaten Dairi juga melakukan publikasi aplikasi Kartu Tani. Aplikasi program Kartu Tani ini diinginkan jadi jalan keluar kekurangan pupuk subsudi yang sering berlangsung.

Adapum peserta publikasi diikuti oleh beberapa pimpinan organisasi piranti wilayah (OPD), Camat, Lurah, Kepala Desa, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Distributor serta pemilik kios pupuk bersubsidi. “Skema Kartu Tani akan memberi faedah jamin, jika cuma petani yang tercatat serta membuat RDKK aktif yang bisa beli pupuk di kios pengecer,” katanya.

Pemakaian Kartu Tani ini adalah salah satunya pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi dan mempersempit kekuatan penyelewengan. Aplikasi Kartu Tani ini otomatis akan mempromokan transaksi keuangan nontunai ke warga petani, hingga transaksi dapat jadi lebih praktis serta efektif.

“Saya ingin warga Dairi bisa nikmati masa transaksi non tunai Ini,” jelas Eddy. Pekerjaan itu dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan di antara Pemerintah Kabupaten Dairi serta faksi bank BNI berkaitan aplikasi Kartu Tani.

Harus dikerjakan Selain itu, Direktur Jenderal Prasarana serta Fasilitas Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy minta Pemerintah Wilayah (Pemda) memvalidasi data luas baku tempat pertanian yang dipunyai. Pengisian e-RDKK jangan pernah salah atau terlambat. Ini untuk kebutuhan alokasi pupuk bersubsidi yang akan diberi pemerintah.

“Kekeliruan data luas baku tempat pertanian serta lambannya membuat e-RDKK ini berlangsung di beberapa wilayah di sebagian besar propinsi hingga hal itu memengaruhi jatah pupuk yang diterima wilayah,” kata Sarwo Edhy. Sarwo Edhy memberikan tambahan, aplikasi e-RDKK serta Kartu Tani dipercaya bisa mendesak penyimpangan pupuk bersubsidi.

Ditambah lagi, mengingat alokasi pupuk bersubsidi untuk 2020 akan menyusut jadi 7,9 juta ton. Dengan menyusutnya alokasi ini, karena itu harus diperkirakan secara baik berkaitan pendistribusian atau pendistribusiannya. “Dengan terdapatnya Kartu Tani aman sebab petani dapat langsung type barangnya (pupuk). Dari bagian type, masuk. Dari bagian keamanan, masuk. Dari ketepatan target serta waktu, masuk juga,” kata Sarwo Edhy.

Melalui program itu, lanjut Sarwo Edhy, petani membayar pupuk bersubsidi lewat bank, sesuai paket serta harga pupuk bantuan. “Apa keharusan bank? Mereka sediakan electronic data capture (EDC) serta Kartu Taninya. Itu yang membuat bank. Kelak EDC diberikan ke kios-kios untuk alat geseknya. Semasing rumah tangga tani diberi Kartu Tani,” tutup Sarwo Edhy.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *