Mengulik Sejarah Singkat Perpindahan Ibu Kota Di Negara Myanmar

Mengulik Sejarah Singkat Perpindahan Ibu Kota Di Negara Myanmar

Berita Terbaru – Indonesia bisa jadi merencanakan untuk mengalihkan ibu kotanya ke tempat baru. Tetapi beberapa waktu awalnya, salah satunya negara tetangga, Myanmar sempat juga mengalihkan ibu kotanya. Pada 7 November 2005, junta militer mulai mengalihkan pusat pemerintahan ke Naypyidaw, satu wilayah terpencil di dekat kota Pyinmana.

Mengulik Sejarah Singkat Perpindahan Ibu Kota Di Negara Myanmar

Tetapi beberapa sumber mengatakan, bila perpindahan ibu kota berlangsung satu hari awalnya yaitu pada tanggal 6 November. Nama Naypyidaw sendiri dengan sah dipublikasikan pada 27 Maret 2006 atau pas pada hari ulang tahun angkatan bersenjata Myanmar. Menurut situs New York Times, Naypyidaw mempunyai makna “rumah raja”.

Selama ini, tidak dapat diyakinkan fakta kenapa Pemerintah Myanmar setuju mengalihkan ibu kotanya. Serta asal mula kota ini diselimuti isu serta pertaruhan. Situs The Guardian menjelaskan, sebagian orang menyebutkan, pembangunan Naypyidaw jadi project kesombongan Than Shwe, bekas pemimpin militer negara itu.

Mereka lihat Naypyidaw jadi usaha oleh pemimpin junta, Jenderal Senior Than Shwe, untuk tinggalkan jejaknya pada sejarah dengan membuat modal baru seperti raja-raja Burma awalnya. Tetapi sebagian orang lain lihat Naypyidaw memang ditujukan buat militer. Mengenai beberapa orang lain yakin bila perpindahan ibu kota itu adalah langkah untuk menutup tentara Myanmar dari Yangon.

Tapi, faksi militer menyebutkan, bila Naypyidaw diambil sebab tempatnya. Letak Naypyidaw yang ada di tengahnya Myanmar dipandang lebih gampang mencapai daerah lain di negara itu. “Ibukota, yang disebut pusat administrasi, harus diletakkan dengan akses gampang ke tiap sisi negara,” sebut menteri info Myanmar saat itu, Jenderal Kyaw Hsan.

Diluar itu, menurut situs Nikkei, pemerintah junta militer Myanmar putuskan merelokasi ibu kota sebab waspada pergerakan pro-demokirasi yang sedang berkembang di negara itu pada tahun 2001. Kemudian, pemerintah ditempat lakukan pembangunan yang baru usai pada tahun 2005.

Mengenai Naypyidaw Pembangunan kota ini diawali pada tahun 2004. Situs Britannica mengatakan, Naypyidaw ada di tempat terpencil dengan jarak 320 km. di samping utara Yangon. Dengan luas keseluruhan hampir tujuh kali luas Singapura atau seputar 4.800 km. persegi, Naypyidaw mempunyai 20 jalan jalan raya, empat lapangan golf, taman safari, kebun binatang komplet dengan habitat penguin ber-AC, sampai satu pagoda fantastis. Tidak itu saja, infrastruktur seperti transportasi, mal, restoran, dan sarana pendukung lain sudah ada. Merilis The Star, dengan beberapa sarana yang ditawarkan, masyarakat kota ini tidak kurang dari seperlima Singapura.

Beberapa masyarakat disebutkan lebih pilih tinggal di Yangon dibandingkan di ibu kota baru ini. Tentunya keadaan ini membuat Naypyidaw kelihatan sepi. Serta beberapa media mengatakan jadi “kota hantu”. Sejumlah besar diplomat serta usaha asing masih berada tinggal serta melakukan aktivitas di Yangon, walau pemerintah Aung San Suu Kyi menggerakkan kedutaan besar untuk geser ke Naypyidaw. Tetapi selama ini, cuma China yang sudah buka kantor penghubung disana, sesaat Amerika Serikat gagasannya akan mengejar langkah China pada tahun kedepan.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *