Tuvalu Secara Tegas Menampik Penawaran Dari Perushaan China Perihal Pulau Baru

Tuvalu Secara Tegas Menampik Penawaran Dari Perushaan China Perihal Pulau Baru

Berita Terbaru – Pemerintah Tuvalu sudah putuskan perihal tawaran perusahaan cina yang ingin mereka membuat sebuah pulau baru. Pemerntah Tuvalu mengatakan, mereka putuskan menolak penawaran dari perusahaan China untuk membuat pulau buatan.

Tuvalu Secara Tegas Menampik Penawaran Dari Perushaan China Perihal Pulau Baru

Menurut Menteri Luar Negeri Simon Kofe, perusahaan itu tawarkan pembangunan untuk menolong dengan makin naiknya air laut. Tetapi dilanasir Reuters lewat BBC Kamis (21/11/2019), ia lihat jika penawaran itu jadi usaha untuk mereduksi dampak Taiwan.

Karenanya, Tuvalu, negara kecil yang terdapat di Samudera Pasifik, memperjelas supportnya pada Taiwan, seperti disebutkan Kofe. Beijing berupaya tingkatkan pengaruhnya sampai ke lokasi Pasifik, serta tingkatkan kesiagaan baik Amerika Serikat (AS) serta sekutunya.

Cuma 15 negara yang masih mengaku kedaulatan Taipei, serta merajut jalinan diplomatik sesudah yang lain putuskan berubah ke China. Taiwan telah kehilangan dua negara di Pasifik, Kiribati serta Kepulauan Solomon, sesudah mereka mengubah suport pada Beijing.

Negeri “Panda” menampik untuk memiliki jalinan diplomatik dengan negara yang mengaku Taiwan, dengan Taipei menuduh mereka memakai dampak finansial. Kofe menjelaskan, Funafuti menyangga Taiwan, serta meyakini tiga negara sisa yang masih memberi dukungan, Kepulauan Marshall, Palau, serta Nauru berpikiran sama. “Kami yakin dengan kemampuan kerja sama serta persatuan. Bersama dengan, kami dapat dapat membendung dampak dari China,” tegas Kofe.

Ia mengutarakan satu perusahaan China dekati masyarakat lokal, serta tawarkan membuat pulau bikinan dengan nilai transaksi 400 juta dollar AS, atau Rp 5,6 triliun. Kofe meyakini jika perusahaan itu didukung Beijing, serta menjelaskan ia banyak dengar negara yang terjerat utang dari China.

“China beli pulau kami serta punya niat membuat pangkalan militer di penjuru dunia. Itu yang membuat kami cemas,” tuturnya. China masih memandang Taiwan jadi sisi dari mereka, serta mengatakan pulau itu harus kembali menyatu. Serta dengan kekerasan bila perlu. Desakan pada Taipei semakin besar semenjak Presiden Tsai Ing-wen dipilih pada 2016, serta menampik untuk mengaku prinsip “satu China”.

Karenanya, pengakuan yang disampaikan Kofe benar-benar menolong Tsai dalam usahanya untuk kembali dipilih dalam pemilu Januari 2020.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *