Zouma Beberkan Cerita Unik Kala Mourinho Mengeluarkan Kata Samapah

Zouma Beberkan Cerita Unik Kala Mourinho Mengeluarkan Kata Sampah

Berita Terbaru – Tidak hanya di dunia drama atau flim yang memiliki cerita cerita unik. Akan tetapi dunia sepak bola modren sekarang ini pun sering dihiasa dengan drama drama yang menambah nilai entertain dari sepak bola itu sendiri. seperti yang dialami oleh Bek Chelsea, Kurt Zouma. Zouma memaparkan cerita menarik saat Jose Mourinho mengatakan “sampah” beberapa waktu kemarin. Peristiwa itu pahit, tetapi Zouma malah jadi semangat.

Zouma Beberkan Cerita Unik Kala Mourinho Mengeluarkan Kata Samapah

Mourinho datangkan Zouma yang masih berumur 19 tahun dari St Etienne pada tahun 2014 kemarin. Bergabung dengan Chelsea adalah peluang mengagumkan buat Zouma, tetapi ia harus dapat hadapi pelatih sekelas Mourinho. Seperti yang kita ketahui sifat dan cara Mourinho melatih ini sangat terkenal di kalangan para pemain sepak bola pada zaman itu.

Zouma datang kepada Chelsea yang sudahlah cukup kuat, dengan beberapa nama bek tengah hebat. Pasti waktu itu ia harus dapat menunjukkan diri, minimal pada sang pelatih. Agar sang pemain bisa mendapatkan satu tempat di jantung pertahanan Chelsea.

Semestinya pemain baru yang lain, Zouma juga masih perlu waktu penyesuaian dengan Premier League. Waktu itu pasti ia kesusahan serta tampil jelek, jelas Mourinho mengkritiknya. “Saya tidak ingat kompetisinya, kami kalah 1-3, pertandingan tandang,” membuka Zouma pada RMC Sport lewat Goal internasional.

“Hari selanjutnya, Mourinho menyebut saya, bawa saya ke kantornya, serta ia menanyakan apa saya baik-baik saja. Saya mengatakan ya, ia menanyakan apa saya percaya.” “Saya mengatakan ya , lantas ia menjawab: ‘Sebab Anda ialah sampah akhir minggu ini’. Semacam itu, tegas. Saya kaget, tetapi itu langsung membuat saya ingin memberi respon di lapangan,” paparnya.

Bagaimana juga, Zouma mujur dapat rasakan proses latihan dibawah pelatih sekelas Mourinho. Dia paham Mourinho adalah pelatih yang tidak membiarkan kekalahan. “Saya ingat pengucapan itu menyakiti saya, jika itu mengubah saya. Tetapi, saya betul-betul ingin menunjukkan kepadanya jika saya dapat bereaksi,” sambung Zouma.

“Ia ialah satu orang yang suka pada kemenangan. Ia biasa memakai tiap alat yang Anda untuk sampai itu.” “Saya hadir kesini di umur 19 tahun serta ia mainkan saya. Saya dapat memperoleh peluang, saya dapat bermain,” tutupnya.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *