Obat Untuk Menangani Virus Corona Sudah Ditemukan Oleh Ilmuan Asal China Ini

Obat Untuk Menangani Virus Corona Sudah Ditemukan Oleh Ilmuan Asal China Ini

Berita Terbaru – Ilmuwan di China disebut sudah temukan langkah untuk menyembuhkan wabah virus corona paling baru yang berawal di Wuhan. Seorang petugas medis senior di China mengatakan buat orang yang sudah pulih dari coronavirus untuk mendonorkan plasma darah mereka sebab peluang ini akan memiliki kandungan protein yang bisa dipakai untuk menyembuhkan pasien yang sakit.

Obat Untuk Menangani Virus Corona Sudah Ditemukan Oleh Ilmuan Asal China Ini

Penelusuran obat yang dapat menyembuhkan atau mengobati virus ini sudah membuat beberapa periset frustrasi, sebab tingkat infeksi serta kematian terus bertambah. Pemerintah juga memberi resep gabungan obat antivirus serta obat tradisionil China.

Namun di hari Kamis, Group National China Biotec, satu perusahaan punya negara dibawah Departemen Kesehatan, menjelaskan jika pemberian rangkaian anti-bodi manusia yang selamat dari COVID-19 ke lebih dari 10 pasien yang sakit gawat bisa turunkan tingkat peradangan dengan relevan sesudah 12-24 jam perawatan.

Beberapa pakar juga memberi komentar bermacam tentang ini. Walau dipandang pendekatan ini ialah langkah yang rasional serta menjanjikan untuk menjaga pasien virus corona yang sakit kronis, tetapi sebab tingkat mortality yang rendah, dokter harus juga siaga untuk peluang efek.

Jadi deskripsi, orang yang barusan sembuh dari corona virus masih mempunyai anti-bodi pada virus itu yang tersebar dalam darah mereka. Menyuntikkan anti-bodi ke pasien yang sakit dengan teoritis bisa menolong pasien menantang infeksi lebih baik.

Dalam kata lain, perawatan ini akan mentransfer kebal pasien yang sembuh ke pasien yang sakit. Ini adalah satu pendekatan yang sudah dipakai awalnya dalam pandemi flu, Benjamin Cowling, seorang profesor epidemiologi di Hong Kong University, menjelaskan pada Times.

“Saya suka tahu jika plasma dari beberapa penyintas sedang ditest,” kata Carol Shoshkes Reiss, seorang profesor biologi serta pengetahuan saraf di New York University yang. Satu catatan, dokter butuh mengatur peluang dampak dari perawatan itu, kata Reiss pada Live Science seperti diambil Sabtu (15/2/2020).

Walau demikian, tidak kebanyakan orang sepakat tentang ini. Dr Eric Cioe-Peña, Director of Global Health di Northwell Health di New York menjelaskan walau ini ialah inspirasi yang bagus, memerlukan alasan masak sebelum mengerjakannya. “Saya fikir kita harus melalui proses ilmiah untuk meneruskan serta coba pelajari perawatan yang diusulkan ini sebelum memberlakukannya, khususnya pada virus yang mempunyai tingkat kematian yang rendah,” katanya.

Written by

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *